Definisi dan Metode Peramalan

metode peramalanDefinisi peramalan adalah suatu perkiraan tingkat permintaan yang diharapkan untuk suatu produk atau beberapa produk dalam periode waktu tertentu di masa yang akan datang. Oleh karena itu, peramalan pada dasarnya merupakan suatu taksiran, tetapi dengan menggunakan cara-cara tertentu peramalan dapat lebih daripada hanya satu taksiran. Dapat dikatakan bahwa peramalan adalah suatu taksiran yang ilmiah meskipun akan terdapat sedikit kesalahan yang disebabkan oleh adanya keterbatasan kemampuan manusia.

Metode peramalan sendiri dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu metode peramalan kualitatif dan metode peramalan kuantitatif. Metode peramalan kualitatif adalah metode peramalan yang didasarkan pada pengalaman subjektif seseorang terhadap kejadian masa lampau. Beberapa metode kualitatif pernah dibahas pada post sebelumnya. Sedangkan metode peramalan kuantitatif adalah peramalan yang berdasarkan pada data masa lampau untuk meramalkan kejadian di masa datang. Beberapa metode kuantitatif diantaranya adalah naive forecasting, moving average, exponential smoothing, dan lain-lain yang insyaAllah akan dibahas pada post selanjutnya.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Teknik Peramalan (Forecasting)

Klasifikasi ABC dalam Inventori

Klasifikasi ABC dalam manajemen inventori digunakan untuk mengetahui mengetahui jenis-jenis barang mana saja yang perlu mendapat prioritas diantara berbagai macam barang yang ada dalam inventori. Seperti diketahui pada umumnya persediaan terdiri dari berbagai jenis barang yang sangat banyak jumlahnya. Masing-masing jenis barang membutuhkan analisis tersendiri untuk mengetahui besarnya order size dan order point. Namun demikian harus disadari bahwa berbagai macam jenis barang yang ada dalam persediaan tersebut tidak seluruhnya memiliki tingkat prioritas yang sama sehingga digunakan analisis klasifikasi ABC. Analisis ABC ini dapat mengklasifikasi seluruh jenis barang berdasarkan tingkat kepentingannya.

Diagram berikut ini dapat menjelaskan secara lebih terperinci bentuk kurva ABC dengan cara menghitung ranking masing-masing kelompok jenis barang berdasarkan jumlah penjualan. Kemudian data tersebut diplot ke dalam bentuk kurva secara kumulatif yang disebut aturan 20-80 atau kadang ada yang menyebut aturan 70-30.

Klasifikasi ABC

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam analisis klasifikasi ABC yaitu:

  1. Berkaitan dengan kinerja ukuran. Meskipun nilai penjualan sering digunakan sebagai ukuran kinerja, namun ukuran yang dipakai harus sesuai dengan tujuan pengambilan keputusan. Dengan demikian kriteria ukuran yang dipakai harus menunjukkan skala yang terbaik dari keputusan yang akan diambil. Misalnya, apabila perusahaan ingin mengambil keputusan mengenai investasi di bidang persediaan, maka total nilai penjualan merupakan data yang paling tepat. Namun, ada beberapa kasus yang lebih tepat jika digunakan ukuran profitability.
  2. Masalah yang kedua, adalah seringkali perusahaan memiliki jenis barang yang masuk dalam kategori kelompok C berdasarkan kriteria penjualan, tetapi sangat penting untuk pelanggan. Untuk barang jenis ini maka perlu mendapat prioritas seperti kelompok A dan kelompok C sesuai dengan kebijakan perusahaan.

Leave a comment

Filed under Manajemen Inventori

Metode Peramalan Kualitatif

Peramalan kualitatif umumnya bersifat subjektif dan bergantung pada pengalaman, keahlian, dan pendapat seseorang. Metode ini lebih digunakan ketika terdapat faktor-faktor yang menyebabkan data menjadi berubah seperti perkiraan penjualan ketika menggunakan teknologi baru seperti internet, adanya promo penjualan bulan ke depan, atau bahkan ketika produk baru diluncurkan.  Beberapa model peramalan yang termasuk dalam peramalan kualitatif adalah sebagai berikut:

  1. Metode delphi

Sekelompok pakar mengisi kuesioner, Moderator menyimpulkan hasilnya dan memformulasikan menjadi suatu kuesioner baru yang diisi kembali oleh kelompok tersebut, demikian seterusnya. Hal ini merupakan proses pembelajaran dari kelompok tanpa adanya tekanan atau intimidasi individu.

       2. Market research

Merupakan metode peramalan berdasarkan hasil – hasil dari survei pasar yang dilakukan oleh tenaga-tenaga pemasar produk atau yang mewakilinya. Metode ini akan menjaring informasi dari pelanggan atau pelanggan potensial (konsumen) berkaitan dengan rencana pembelian mereka di masa mendatang. Riset pasar tidak hanya akan membantu peramalan, tetapi juga untuk meningkatkan desain produk dan perencanaan untuk produk-produk baru.

       3. Life cycle analogy

Secara umum, hampir semua produk akan mengikuti product life cycle (PLC) yang meliputi introduction, growth, maturity, dan decline. Berdasar pada pengalaman produk yang sama pada periode yang lalu, seseorang dapat membuat model yang sama dengan produk tersebut.

       4. Panel consensus

Peramalan semata-mata berdasarkan pertimbangan manajemen, umumnya oleh manajemen senior. Metode ini akan cocok dalam situasi yang sangat sensitif terhadap intuisi dari suatu atau sekelompok kecil orang yang karena pengalamannya mampu memberikan opini yang kritis dan relevan. Teknik akan dipergunakan dalam situasi dimana tidak ada situasi dimana tidak ada alternatif lain dari model peramalan yang dapat diterapkan. Bagaimanapun metode ini mempunyai banyak keterbatasan, sehingga perlu dikombinasikan dengan metode peramalan yang lain.

1 Comment

Filed under PPIC

Vendor Managed Inventory (VMI)

Vendor Managed Inventory (VMI) yang juga dikenal dengan continuous replenishment (CR) atau supplier-managed inventory (SMI) merupakan salah satu dari program partnership yang paling banyak diterapkan diantara trading partner. VMI mulai populer pada akhir tahun 80-an ketika Wal-Mart dan Procter and Gambler sukses menerapkannya dan kemudian diikuti oleh beberapa pemain industri lainnya. VMI merupakan inisiatif supply chain dimana vendor menentukan level inventori yang optimal dari setiap produk dan kebijakan inventori untuk menjaga level yang optimal tersebut. Retail hanya bertugas menyediakan akses real time inventori kepada vendor.

Pada program partnership seperti ini, retail dapat menentukan seberapa besar service level maupun kebutuhan lokasi retail yang kemudian dapat menjadi bahan pertimbangan bagi vendor terkait. VMI menawarkan manfaat yang kompetitif bagi retail karena menghasilkan ketersediaan produk yang tinggi dan service level serta monitor inventori dan ordering cost yang rendah. Manfaat lain dari VMI adalah keuntungan bagi vendor untuk mengurangi bullwhip effect dan utilisasi yang lebih baik bagi kapasitas manufaktur.

Berdasarkan situasi yang berbeda dalam sharing informasi dan koordinasi,  partnership antar anggota supply chain dapat digambarkan pada gambar di bawah.

Vendor managed inventory

Gambar di atas merupakan struktur supply chain tradisional dimana setiap anggota supply chain berusaha untuk membangun strategi yang optimal bagi dirinya sendiri tanpa mempertimbangkan dampak strateginya terhadap performance dari anggota lain. Karena tidak ada sharing informasi antara anggota supply chain, maka hulu tidak aware terhadap informasi aktual demand pasar. Oleh karena itu, anggota supply chain hanya menggunakan informasi pesanan replenishment dari anggota supply chain sebelumnya. Sedangkan gambar berikut ilustrasi adalah struktur supply chain pada penerapan VMI.

Vendor Manged Inventory (VMI)

5 Comments

Filed under Supply Chain Management